[ccpw id="5"]

[ccpw id="5"]

BerandaPRESTASIKota Solok Mandi Penghargaan

Kota Solok Mandi Penghargaan

-

JAKARTA – Bertambah satu lagi hasil kerja keras ASN Kota Solok yang diapresiasi Pemerintah Pusat. Untuk yang kesekian kalinya, hari ini berkat kerja dan kerjasama Badan Penelitian dan Pengembangan Kota Solok dan tentunya berkat dukungan banyak pihak, Pemerintah Kota Solok meraih penghargaan Apresiasi Lembaga Penelitian 2018, dimana Badan Penelitian dan Pengembangan Pemerintah Kota Solok dinilai sebagai salah satu Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Berkinerja Utama.

Penghargaan dan apresiasi tersebut diserahkan langsung oleh Menristekdikti yang diwakili oleh Dirjen Kelembagaan IPTEK dan Dikti Patdono Suwignjo, diterima langsung oleh Walikota Solok Zul Elfian yang hadir didampingi Kepala Balitbang Kota Solok Ir. Raflis dan Kepala Penghubung dan Kerjasama Rantau Yopi Permana,SSTP,M.Si di ICE BSD Serpong Tanggerang, Kamis (13/12).

Dalam sambutannya, Menristekdikti pada acara yang dihadiri oleh beberapa Kepala Daerah, Kepala Lembaga Penelitian dan Pengembangan Kota/Kabupaten, Propinsi, serta Kementerian, mengatakan bahwa akan selalu mendorong seluruh lembaga penelitian di Indonesia untuk melakukan penelitian berdasarkan pada kanalisasi penelitian yang sudah dibuat pada Prioritas Riset Nasional Tahun 2017-2019. “Kanalisasi bertujuan supaya riset itu sesuai kebutuhan industri, sesuai kebutuhan masyarakat. Jangan sampai riset itu (hanya) keinginan peneliti itu sendiri,” ungkapnya

Prioritas Riset Nasional Tahun 2017-2019 disampaikan oleh Menristekdikti mencakup sepuluh fokus bidang, yaitu pangan/pertanian, energi: energi baru dan terbarukan, kesehatan: obat, transportasi, teknologi informasi dan komunikasi, pertahanan dan keamanan, material maju (advance material, seperti nanoteknologi), kemaritiman, kebencanaan, dan sosial humaniora dan seni budaya – pendidikan.

Selain menetapkan prioritas riset nasional, dalam memastikan Iptek berkontribusi dalam perekonomian Indonesia, Kemenristekdikti menyelenggarakan Program Pengembangan Pusat Unggulan Iptek (PUI), dimana lembaga litbang di Indonesia dapat mengusulkan diri agar dibina maksimal selama tiga tahun untuk menjadi Pusat Unggulan Iptek (PUI) atau Science and Techno Park (STP). Bagi lembaga litbang yang sudah menjadi PUI, pemerintah akan dorong hasil penelitian mereka dapat dikomersialisasikan.

Disisi lain, Walikota Solok Zul Elfian ungkap apresiasinya kepada seluruh pihak yang terkait yang berhasil memperoleh penghargaan tersebut,”Saya sangat mengapresiasi kepada seluruh pihak yang berkontribusi, pencapaian ini tak lepas dari kerja keras rekan-rekan dengan mewujudkan inovasi-inovasi baru” ungkap Zul Elfian.

Ia menambahkan “Harapannya, dengan adanya penghargaan dan pencapaian ini dapat memotivasi dan mendorong ASN serta OPD lainnya untuk selalu meningkatkan kinerja dan melakukan inovasi-inovasi terbaru yang bermanfaat terhadap pembangunan daerah kita” harapnya. (HumasPro)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

LATEST POSTS

Hujan Tidak Menyurutkan Pemerintah Kota Solok untuk Peringati HUT KORPRI Ke 51 Tahun 2022

SOLOK KOTA-Wali Kota Solok H. Zul Elfian Umar tetap laksanakan peringati Hari Ulang Tahun (HUT) Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) ke 51, walau Kota Solok...

273 Orang Tahfizh Qur’an Kota Solok Diwisuda

SOLOK KOTA - Sebanyak 273 orang Hafidz dan Hafidzah Kota Solok secara resmi diwisuda oleh Wali Kota Solok, Zul Elfian Umar dalam kegiatan Wisuda Tahfizh...

Wako Zul Elfian Umar Buka Seminar Nasional PGRI Kota Solok

SOLOK KOTA - Wali Kota Solok, Zul Elfian Umar secara resmi membuka seminar nasional Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Solok dalam rangka peringatan HUT...

Wakil Wali Kota Solok Hadiri Pertemuan rutin RT, RW, LPMK se Kecamatan Lubuk Sikarah

SOLOK KOTA - Wakil Wali Kota Solok Dr. H. Ramadhani Kirana Putra, SE, M. Si hadiri pertemuan rutin Ketua RT, RW dan LPMK se Kecamatan...

Follow us

20,832FansSuka
3,600PengikutMengikuti
10,935PelangganBerlangganan

Most Popular

spot_img