Wako Solok Sarankan Tenaga Medis Yang Gugur Karena Covid-19 Dimakamkan Di Taman Makam Pahlawan

KOTA SOLOK – Melihat fenomena saat ini dimana ada tenaga kesehatan yang gugur karena wabah Covid-19, namun terjadi penolakan penguburannya oleh masyarakat, Wali Kota Solok H.Zul Elfian menyarankan agar para tenaga medis tersebut dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP).

“Mereka yang telah berjuang di garda terdepan dalam penanganan Covid-19 ini, apakah bisa kita kategorikan sebagai pahlawan, dan dikuburkan di Taman Makam Pahlawan. Karena hemat saya, berdasarkan UU No 20 Tahun 2009, pahlawan nasional adalah gelar yang diberikan kepada warga negara Indonesia atau seseorang yang berjuang melawan penjajahan di wilayah yang sekarang menjadi wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang gugur atau meninggal dunia demi membela bangsa dan negara, atau yang semasa hidupnya melakukan tindakan kepahlawanan atau menghasilkan prestasi dan karya yang luar biasa bagi pembangunan dan kemajuan bangsa dan negara Republik Indonesia,” ungkap Zul Elfian.

Hal itu disampaikan Wali Kota Solok H.Zul Elfian kepada Menteri Sosial RI Juliari Batubara, saat Video Conference (Vicon) mengenai Bantuan Sosial (Bansos) Tunai Dalam Rangka Penanganan Covid-19, bertempat di E-Gov Monitoring Room Balaikota Solok, Rabu (15/4).

Turut mendampingi, Pj. Sekda Kota Solok Nova Elfino, Kepala Dinas Sosial Kota Solok Zulfadli. Vicon kali ini, terhubung langsung dengan seluruh kabupaten/kota di Provinsi Sumatera Barat dan Provinsi Bengkulu.

Sebelumnya, Menteri Sosial Juliari Batubara yang disampingi para Dirjen menjelaskan, Bansos adalah bantuan tunai yang diberikan kepada masyarakat dalam rangka pencegahan dampak Covid-19. Bansos ini akan disalurkan kepada 33 Provinsi dengan 9 juta keluarga di Indonesia dengan nominal Rp 600.000 per Keluarga selama tiga bulan, April, Mei dan Juni.

Kriteria penerima Bansos terdapat dua; Pertama, prioritas yakni KK yang termasuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Kementerian Sosial. Kedua, tambahan usulan daerah yakni KK Non program sembako, KK Non PKH, KK Non Prakerja.

“Untuk Provinsi Sumatera Barat, terdapat 250.000 KK penerima Bansos dari Kementerian Sosial RI dan dalam minggu ini InsyaaAllah akan disampaikan kuota masing-masing Kota dan Kabupaten. Terkait saran pak wali, agar Gubernur mengusulkan kepada Kementerian Sosial, terkait para tenaga medis yang meninggal dalam tugas penanganan Covid-19. Mereka yang gugur dapat diberikan penghargaan Satya Lencana Kesejahteraan Sosial yang akan diberikan oleh Presiden RI,” jawab Mensos atas pertanyaan dan saran wako.

#solokkotaberasserambimadinah
#bersatumelawancorona
#dirumahaja
#stayathome
#tetapdirumah
#wajibpakaimasker
#kemensoshadir

Crew Prokomp : Deni, Eryx, Karta.