Wawako Buka Lokakarya Program Kotaku Kota Solok Tahun 2019

SOLOK KOTA – Wakil Wali Kota Solok Reinier membuka lokakarya program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) Kota Solok Tahun 2019, bertempat di Hotel Taufina, Selasa (29/10). Kegiatan ini merupakan kolaborasi dan regulasi dalam mewujudkan permukiman bebas kumuh dan asri di Kota Solok.

Turut hadir, Asisten II Setda Kota Solok Jefrizal, Anggota DPRD Kota Solok Ramadhani Kirana Putra, Kepala Balai Prasarana Pemukiman Provinsi Sumatera Barat, diwakili oleh Team Leader Konsultan Manajemen Wilayah Sumbar Bajang Ahmadi, serta para lurah, camat dan LSM yang ada di Kota Solok.

Reinier dalam arahannya, menyampaikan apresiasi dari pemko atas terselenggaranya kegiatan ini. “Diharapkan peran kita semua untuk mengikuti kegiatan dengan seksama, agar roh dari lokakarya ini akan kita dapatkan,” harap Reinier.

Selanjutnya, Reinier berpesan kepada seluruh lurah yang ada di Kota Solok, untuk mencermati seluruh hal yang ada, termasuk terkait penyelesaian kendala di lapangan.

Reinier juga bersyukur, selama tiga tahun pelaksanaan Kotaku di Kota Solok berjalan lancar dan selesai tepat waktu. Alhamdulillah, 3 tahun ini Kota Solok telah sukses melaksanakan program Kotaku. Semoga tahun ini kawasan kumuh di Kota Solok akan mencapai angka 0 persen,” ujarnya.

Adapun yang menjadi roh dari lokakarya ini ialah sinkronisasi dan informasi agar semua hal dapat berlangsung dengan baik. Manfaatkan sebaik-baiknya lokakarya ini, agar dapat menghasilkan solok bersih tanpa ada kawasan kumuh.

Sebelumnya, Kepala Balai Prasarana Pemukiman Provinsi Sumatera Barat, diwakili oleh Team Leader Konsultan Manajemen Wilayah Sumbar Bajang Ahmadi mengatakan, kegiatan ini merupakan rangkaian dari lokakarya yang telah dilakukan tingkat Provinsi Sumatera Barat beberapa waktu lalu.

Kegiatan ini, bertujuan untuk desiminasi dan membangun kolaborasi antar stakeholder agar program kotaku berjalan lancar. Kotaku itu sendiri menyasar dua program, yaitu program skala lingkungan, dan skala kawasan.

Untuk skala lingkungan, di Kota Solok sudah dilaksanakan pekerjaan sebesar 90 persen. Dalam skala kawasan, ada enam kota yang mendapatkan prioritas utama, salah satunya Kota Solok. Kota Solok memiliki skala kawasan yang lebih dari 15 Ha.

“Semoga dengan kegiatan ini, program kita untuk menuntaskan kawasan kumuh sehingga dapat mencapai 0 persen dapat terwujud,” harapnya.

#solokkotaberasserambimadinah #visitkotasolok2020 #kotasolok #solokcity #solokkotaberas #kotaberas

Crew : Deni, AK21, Jamalis.