Kota Solok Raih Penghargaan atas Pencapaian Level 3 Maturitas SPIP

SOLOK KOTA – Kota Solok berhasil meraih Penghargaan atas Pencapaian level 3 Maturitas SPIP yang diterima langsung oleh Wakil Walikota Solok Reinier, ST, MM di Aula Kantor Perwakilan BPKP Provinsi Sumatera Barat dalam acara Workshop Penguatan Sistem Pengendalian Intern dengan Menggunakan SIMDA Perencanaan yang Terintegrasi Melalui Standar Satuan Harga (SSH) dan Analisa Standar Belanja (ASB) pada Pemerintah Daerah serta Penyerahan Laporan Penilaian Maturitas SPIP level 3 kepada 3 Pemerintah Daerah di Wilayah Provinsi Sumatera Barat. Rabu (3/10).

Maturitas SPIP adalah Tingkat kematangan penyelenggaraan SPIP dalam mencapai tujuan pengendalian intern, yang ditandai oleh eksistensi control design yang bersifat hard control dan soft control. Maturitas SPIP menunjukkan ukuran kualitas dari sistem pengendalian intern pada suatu organisasi. Satuan ukurnya adalah level maturitas.
Dasar hukum penilaian penyelenggaraan maturitas SPIP adalah Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 dengan berpedoman pada Peraturan Kepala BPKP Nomor 4 Tahun 2016, adapun penilaian tingkat maturitas penyelenggaraan SPIP meliputi unsur-unsur :
Lingkungan Pengendalian, Penilaian Risiko, Kegiatan Pengendalian, Informasi dan Komunikasi, serta Pemantauan.

Penilaian Maturity Level SPIP difokuskan pada 25 sub unsur SPIP, masing-masing Sub. Unsur mempunyai 5 indikator, sehingga terdapat 125 buah parameter Maturity Level SPIP yang disusun tergradasi dari terendah (belum ada) hingga tertinggi (optimum).
Level Maturitas dibagi ke dalam 5 level yaitu :
Level Tingkat Maturitas ; Keterangan
0 Belum ada Sama sekali belum ada kebijakan dan prosedur pelaksanaan pengendalian intern
1 Rintisan; Praktik pengendalian intern bersifat ad hoc dan tidak terorganisasi serta tanpa komunikasi dan pemantauan
2 Berkembang; Praktik pengendalian tidak terdokumentasi dengan baik dan belum ada evaluasi efektivitasnya
3 Terdefinisi; Praktik pengendalian telah terdokumentasi namun evaluasinya tanpa dokumentasi memadai.
4 Terkelola dan terukur; Pengendalian intern diterapkan dengan efektif dan ada evaluasi formal yang terdokumentasi.
5 Optimum; Pengendalian intern diterapkan dengan berkelanjutan, terintegrasi dalam pelaksanaan kegiatan dan didukung pemantauan otomatis

Daerah yang berhasil meraih
Penghargaan atas Pencapaian level 3 Maturitas SPIP meliputi Kabupaten 50 kota, Kabupaten Agam dan Kota Solok. Pada kesempatan tersebut, Kepala Deputi Bidang Pengawasan Penyelenggaraan Keuangan Daerah: Drs. Gatot Darmasto, Ak., MBA, CRMA, CA, CFrA ungkapkan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada 3 Daerah yang telah berhasil meraih penghargaan tersebut.

“Saya turut apresiasi se tinggi-tingginya kepada 3 daerah yang berhasil meraih penghargaan, semoga dengan pencapaian ini pemerintah daerah dapat mempertahankan serta menigkatkan lagi menjadi level yang paling tinggi” ungkapnya.

Pada kesempatan tersebut, Wakil Walikota Solok Reinier yang didampingi Sekretaris Daerah Kota Solok Rusdianto, SIP, MM juga turut bangga atas kerja keras semua pihak yang terkait akan hal ini, “Hal ini menjadi bukti atas kerja keras dalam keseriusan inspektorat, dan kami (red:wako-wawako) berharap penghargaan ini menjadi motivasi bagi pemerintah daerah agar nantinya Kota Solok dapat meningkatkan lagi kinerja dan bisa mencapai level tertinggi,” Tutur Reinier

“Alhamdulillah dan bersyukur kepada Allah SWT, atas penghargaan yg dicapai, Karena mencapai maturitas level 3 bukan hal yg mudah untuk dicapai, apalagi untuk tingkat Sumatera Barat” ucap syukur Walikota Solok Zul Elfian dilain tempat disela acara kedinasan di Jakarta atas capaian tersebut.

Zul Elfian berharap “Sebuah penghargaan yang sekaligus menjadi tanggung jawab yang harus dijalankan, dan tentunya apa yang dicapai harus dapat diimplementasikan dalam penyelenggaran pemerintahan” ungkap beliau melalui ponselnya.

Disisi lain, Kepala BPKP Prov.Sumbar Danny Amanda dalam sambutannya menjelaskan
Telah mengembangkan sistem perencanaan dan berharap kepada Pemerintah Daerah “semoga capaian ini dapat dipertahankan dengan diharapkan dapat mencegah berbagai bentuk penyimpangan”. Ungkapnya

Selain itu, diakhir sambutan Gatot Darmasto berpesan agar setiap Daerah yang telah berhasil meraih WTP dapat mengerti bagaimana esensi WTP itu sendiri, “Jangan sampai sekarang dapat WTP besoknya masalah ketahuan OTT”. Tutup Gatot (Suci/HumasPro)