Wakil Walikota Solok Pimpin Upacara HANI

SOLOK KOTA – Wakil Walikota Solok Reinier menjadi pembina Upacara dalam peringatan Hari Anti Narkoba Internasional yang diselenggarakan di Halaman Balaikota Solok. Jumat (13/7)

Hadir dalam upacara Unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Ketua PN, Ketua PA, GOW, LKAAM, KAN, Bundo Kanduang, MUI, Organisasi Pemuda.

Peringatan HANI tahun ini mengusung tema: Dengan menyatukan dan menggerakkan seluruh kekuatan bangsa dalan perang melawan narkoba untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang sehat tanpa narkoba.

Sambutan Menkopolhukam yang dibacakan Wakil Walikota disebutkan bahwa sejumlah kasus narkoba beberapa tahun terakhir tampak mengejutkan bangsa Indonesia, terlihat banyaknya penyelundupan dan peredaran gelap narkoba yang masuk kedalam wilayah Indonesia yang tidak hanya terjadi diwilayah daratan melainkan terjadi wilayah perairan Indonesia.

Juga disebutkan, Perang besar terhadap narkoba menutut seluruh komponen masyarakat maupun elemen bangsa untuk bergerak secara efektif melawan kejahatan terorganisir yang bersifat lintas negara kejahatan narkotika merupakan kejahatan luar biasa yang harus diatasi secara serius apabila tidak ditanggulangi dapat digunakan sebagai salah satu senjata dalam proxy war untuk melumpuhkan keberlangsungan hidup berbangsa dan bernegara.

“Masalah yang ditimbulkan oleh narkoba akan terus menggerogoti bangsa dari hulu sampai hilir dari generasi ke generasi dan menjadi ancaman terbesar bagi bonus demografi bangsa kita pada tahun 2030 nanti dengan kehancuran generasi muda sebagai penerus estafet perjuangan bangsa”, baca Reinier

Selain itu juga disebutkan, dalam mengatasi permasalahan narkoba diperlukan strategi khusus yaitu keseimbangan penanganan antara pendekatan penegak hukum dan pendekatan kesehatan pendekatan penegakkan hukum bertujuan untuk memutuskan mata rantai pemasok narkoba mulai produsen hingga kalangan pemakai dan jaringannya sedangkan pendekatan kesehatan bertujuan memutuskan mata rantai para pengguna narkoba melalui perawatan atau rehabilitasi.

“Upaya pencegahan dan pemberdayaan masyarakat harus dioptimalkan untuk turut serta aktif dalan menanggulangi permasalahan narkoba sehingga warga negara kita dapat terlindungi dari bahaya penyalagunaan narkoba dengan terlindungi rakyat kita maka akan melahirkan sumber daya manusia yang sehat dan unggul untuk berperan dalam menghadapi globalisasi dan tantangan berbangsa dan bernegara,” lanjutnya.(HumasPro)